Bersyukurlah: Jika kita harus mati dalam pembelaan untuk Dhamma, maka itu adalah berharga ~ Ajahn Suchart

_*Jika kita harus mati dalam pembelaan untuk Dhamma, maka itu adalah berharga_*

Dalam membuat keputusan apakah akan tetap tinggal atau pergi, Anda harus melihat masalah sebenarnya. Apakah batin (pikiran) adalah masalah sebenarnya? Ataukah tempat itu masalah sebenarnya? Jika masalahnya adalah batin (pikiran) Anda, maka Anda seharusnya tidak mengubah tempat, Anda harus mengubah cara batin (pikiran) Anda berpikir.

Tetapi jika masalah sebenarnya adalah tempatnya, seperti jika Anda tetap tinggal, Anda akan terbunuh, maka Anda mungkin harus meninggalkan tempat itu. Tetapi jika Anda tetap di suatu tempat, dan orang-orang tidak menyukai kehadiran Anda, dan Anda tidak dapat melakukan apa pun tentang hal itu, maka biarkan mereka sendiri. Selama mereka tidak membahayakan Anda secara fisik, Anda tetap tinggal.”

Upāsikā: “Bahkan ketika keengganan datang dari orang lain?”

Than Ajahn: “Ya karena Anda tidak bisa memaksa mereka bersikap baik kepada Anda atau bersikap baik kepada Anda. Sang Buddha mengatakan bahwa jika orang-orang tidak baik kepada Anda, lihat saja situasi dalam cahaya yang positif. Ketika mereka tidak menyukaimu, bersyukurlah karena mereka tidak menyakitimu. Jika mereka menyakiti Anda, bersyukurlah karena mereka tidak membunuh Anda. Dan jika mereka membunuhmu, bersyukurlah karena kita semua pada akhirnya, akan mati. Jadi, jika kita harus mati dalam pembelaan untuk Dhamma, maka itu adalah berharga (worthwhile).”

###

Translated by CoRnel from below:

In making decision whether to stay on or to leave, you have to look at the real problem. Is the mind the real problem? Or is the place the real problem? If the problem is your mind, then you shouldn’t change the place, you should change how your mind thinks.

But if the real problem is the place, like if you stay on, you’ll get killed, then you might have to leave the place. But if you stay in a place, and people don’t like your presence, and you cannot do anything about it, then leave them alone. As long as they don’t harm you physically, you just stay on.”

Upāsikā: “Even when the aversion comes from the other people?”

Than Ajahn: “Yes because you cannot force them to be nice to you or to be kind to you. The Buddha said that if people are not nice to you, just look at the situation in a positive light. When they didn’t like you, be thankful because they didn’t hurt you. If they hurt you, be thankful because they didn’t kill you. And if they killed you, be thankful because we all eventually, are going to die. So, if we have to die in defense for Dhamma, then it’s worthwhile.”

“Dhamma in English, Apr 5, 2018.”

By Ajahn Suchart Abhijāto

www.phrasuchart.com

Latest Dhamma talks on Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCi_BnRZmNgECsJGS31F495g